Saifudin
saifudin@majalahtambang.com
Jakarta - TAMBANG. Presiden Direktur PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) Sudiro Andi Wiguno menyampaikan optimismenya dalam pencapaian cadangan terbukti (proven reserve) batubara menjadi 300 juta metrik ton (MT) di 2015. Keyakinan tersebut didukung oleh rencana akuisisi dan peningkatan pencarian pendanaan perusahaan.
"Sudah ada jalan ke sana (untuk keyakinan pencapaian cadangan terbukti batubara-red). Saat ini kita sendiri sedang dalam proses due diligence (penjajakan-red) beberapa KP batubara," ucapnya saat Public Expose KARK di Jakarta, Jumat 16 Desember 2011.
Sudiro belum bersedia memberi informasi detail terkait perusahaan-perusahaan yang akan diakusisi tersebut. Melainkan dirinya hanya menyampaikan bahwa akuisisi akan dilakukan di KP yang berlokasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Papua, dan Jambi.
Sementara itu, terkait pendanaan Sudiro mengatakan beberapa bank yang sedang melakukan kerjasama dengan KARK antara lain seperti Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank CIMB Niaga, dan International Islamic Trade Finance Corporation (ITCF).
Lebih lanjut atas rencana penambahan cadangan terbukti batubara tersebut, ke depannya perusahaan akan mengurangi penjualan batubara melalui sistem trading hingga 60 persen mulai tahun depan.
"Jadi kita pun ingin mencoba mengoptimalkan penjualan batubara dari hasil produksi tambang batubara milik kita sendiri," katanya.
Di 2012 sendiri, KARK dalam program kerjanya telah menargetkan pencapaian cadangan terbukti batubaranya sebesar 50 juta MT.
"Jadi mulai tahun depan kita akan terus mengoptimalisasikan penjualan melalui produksi sendiri," tegasnya.
Diketahui, hingga akhir Desember 2011 penjualan batubara KARK diproyeksikan sebesar 3,2 juta ton di mana 1,2 juta ton diperoleh dari produksi sendiri sedangkan sisanya dari sistem trading.
saifudin@majalahtambang.com
Jakarta - TAMBANG. Presiden Direktur PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) Sudiro Andi Wiguno menyampaikan optimismenya dalam pencapaian cadangan terbukti (proven reserve) batubara menjadi 300 juta metrik ton (MT) di 2015. Keyakinan tersebut didukung oleh rencana akuisisi dan peningkatan pencarian pendanaan perusahaan.
"Sudah ada jalan ke sana (untuk keyakinan pencapaian cadangan terbukti batubara-red). Saat ini kita sendiri sedang dalam proses due diligence (penjajakan-red) beberapa KP batubara," ucapnya saat Public Expose KARK di Jakarta, Jumat 16 Desember 2011.
Sudiro belum bersedia memberi informasi detail terkait perusahaan-perusahaan yang akan diakusisi tersebut. Melainkan dirinya hanya menyampaikan bahwa akuisisi akan dilakukan di KP yang berlokasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Papua, dan Jambi.
Sementara itu, terkait pendanaan Sudiro mengatakan beberapa bank yang sedang melakukan kerjasama dengan KARK antara lain seperti Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank CIMB Niaga, dan International Islamic Trade Finance Corporation (ITCF).
Lebih lanjut atas rencana penambahan cadangan terbukti batubara tersebut, ke depannya perusahaan akan mengurangi penjualan batubara melalui sistem trading hingga 60 persen mulai tahun depan.
"Jadi kita pun ingin mencoba mengoptimalkan penjualan batubara dari hasil produksi tambang batubara milik kita sendiri," katanya.
Di 2012 sendiri, KARK dalam program kerjanya telah menargetkan pencapaian cadangan terbukti batubaranya sebesar 50 juta MT.
"Jadi mulai tahun depan kita akan terus mengoptimalisasikan penjualan melalui produksi sendiri," tegasnya.
Diketahui, hingga akhir Desember 2011 penjualan batubara KARK diproyeksikan sebesar 3,2 juta ton di mana 1,2 juta ton diperoleh dari produksi sendiri sedangkan sisanya dari sistem trading.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar